Cari Blog Ini

Jumat, 03 Mei 2013

Cerpen Paling Mengharukan



hearder  by : gunar
 
(+-+) berhunbung ane bosen masukin gambar terus ke majalah sekolah ane coba hal baru dengan bikin sebuah cerpen berjudul :

Burung kertas

Nathan dan Jessica adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya berasal dari keluarga yang jauh berbeda latar belakangnya. Keluarga Jessica berasal dari keluarga kaya raya dan serba berkecukupan, sedangkan keluarga Nathan hanyalah keluarga seorang petani miskin yang menggantungkan kehidupannya pada tanah sewaan.
Dalam kehidupan mereka berdua, Nathan sangat mencintai Jessica. Nathan telah melipat 1000 buah burung kertas untuk Jessica dan Jessica kemudian menggantungkan burung-burung kertas tersebut pada kamarnya. Dalam tiap burung kertas tersebut Nathan telah menuliskan harapannya kepada Jessica. Banyak sekali harapan yang telah Nathan ungkapkan kepada Jessica. “Semoga kita selalu saling mengasihi satu sama lain”,”Semoga Tuhan melindungi Jessica dari bahaya”,”Semoga kita mendapatkan kehidupan yang bahagia”,dsb. Semua harapan itu telah disimbolkan dalam burung kertas yang diberikan kepada Jessica.
Suatu hari Nathan melipat burung kertasnya yang ke 1001. Burung itu dilipat dengan kertas transparan sehingga kelihatan sangat berbeda dengan burung-burung kertas yang lain. Ketika memberikan burung kertas ini, Nathan berkata kepada Jessica:
“Jessica, ini burung kertasku yang ke 1001. Dalam burung kertas ini aku mengharapkan adanya kejujuran dan keterbukaan antara aku dan kamu. Aku akan segera melamarmu dan kita akan segera menikah. Semoga kita dapat mencintai sampai kita menjadi kakek nenek dan sampai Tuhan memanggil kita berdua ! “
Saat mendengar Nathan berkata demikian, menangislah Jessica. Ia berkata kepada Nathan:
“Nathan, senang sekali aku mendengar semua itu, tetapi aku sekarang telah memutuskan untuk tidak menikah denganmu karena aku butuh uang dan kekayaan seperti kata orang tuaku!”
Saat mendengar itu Nathan pun bak disambar geledek. Ia kemudian mulai marah kepada Jessica. Ia mengatai Jessica matre, orang tak berperasaan, kejam, dan sebagainya. Dan Akhirnya Natahn meninggalkan Jessica menangis seorang diri.
Nathan mulai terbakar semangatnya. Ia pun bertekad dalam dirinya bahwa ia harus sukses dan hidup berhasil. Sikap Jessica dijadikannya cambuk untuk maju dan maju. Dalam Sebulan usaha Nathan menunjukkan hasilnya. Ia diangkat menjadi kepala cabang di mana ia bekerja dan dalam setahun ia telah diangkat menjadi manajer sebuah perusahaan yang bonafide dan tak lama kemudian ia mempunyai 50% saham dari perusahaan itu. Sekarang tak seorangpun tak kenal Nathan, ia adalah bintang kesuksesan.
Suatu hari Nathan pun berkeliling kota dengan mobil barunya. Tiba-tiba dilihatnya sepasang suami-istri tua tengah berjalan di dalam derasnya hujan. Suami istri itu kelihatan lusuh dan tidak terawat. Nathan pun penasaran dan mendekati suami istri itu dengan mobilnya dan ia mendapati bahwa suami istri itu adalah orang tua Jessica.
Jessica mulai berpikir untuk memberi pelajaran kepada kedua orang itu, tetapi hati nuraninya melarangnya sangat kuat. Nathan membatalkan niatnya dan ia membuntuti kemana perginya orang tua Jessica.
Nathan sangat terkejut ketika didapati orang tua Jessica memasuki sebuah makam yang dipenuhi dengan burung kertas. Ia pun semakin terkejut ketika ia mendapati foto Jessica dalam makam itu. Nathan pun bergegas turun dari mobilnya dan berlari ke arah makam Jessica untuk menemui orang tua Jessica.
Orang tua Jessica pun berkata kepada Nathan:
”Nathan, sekarang kami jatuh miskin. Harta kami habis untuk biaya pengobatan Jessica yang terkena kanker rahim ganas. Jessica menitipkan sebuah surat kepada kami untuk diberikan kepadamu jika kami bertemu denganmu.”
Orang tua Jessica menyerahkan sepucuk surat kumal kepada Nathan.
Nathan membaca surat itu.
“Nathan, maafkan aku. Aku terpaksa membohongimu. Aku terkena kanker rahim ganas yang tak mungkin disembuhkan. Aku tak mungkin mengatakan hal ini saat itu, karena jika itu aku lakukan, aku akan membuatmu jatuh dalam kehidupan sentimentil yang penuh keputus-asaan yang akan membawa hidupmu pada kehancuran. Aku tahu semua tabiatmu Ndre, karena itu aku lakukan ini. Aku mencintaimu Nathan……….. “
Setelah membaca surat itu, menangislah Nathan. Ia telah berprasangka terhadap Jessica begitu kejamnya. Ia pun mulai merasakan betapa hati Jessica teriris-iris ketika ia mencemoohnya, mengatainya matre, kejam dan tak berperasaan. Ia merasakan betapa Jessica kesepian seorang diri dalam kesakitannya hingga maut menjemputnya, betapa Jessica mengharapkan kehadirannya di saat-saat penuh penderitaan itu. Tetapi ia lebih memilih untuk menganggap Jessica sebagai orang matre tak berperasan. Jessica telah berkorban untuknya agar ia tidak jatuh dalam keputusasaan dan kehancuran.

Dari Cerita sedih dan mengharukan yang dikisahkan oleh Nathan dan Jessica, dapat di ambil kesimpulan bahwa “Cinta bukanlah sebuah pelukan atau ciuman tetapi cinta adalah pengorbanan untuk orang yang sangat berarti bagi kita”. :3

GUNAR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar